Sejak saat itu


Sejak saat itu,

Kobaran cinta di lubuk hatiku

Menjadi sebatang lilin yang redup,

Sedikit demi sedikit merenggut cahaya, menunggu habis.


Sejak saat itu,

Jutaan tanya berputar jelas di kepala.

Apakah semua yang ada akan berlalu?

Ataukah bisa tetap terjaga,

Dengan pupuk cinta yang terus menyuburkan rasa?


Sejak saat itu,

Sadar telah tumbuh di benakku,

Tentang segala yang terjadi.

Hidup hanya mengenal dua jalan:

Cahaya atau gelap,

Tawa atau tangis,

Dan cinta yang kekal atau rindu yang pudar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melody cinta

Senandung mu merdu puan Tapi aku bukanlah pendengar yang baik Melody mu bagaikan angin musim hujan Hangat menyapa, namun tak bisa ku sambut ...