Melody cinta


Senandung mu merdu puan

Tapi aku bukanlah pendengar yang baik

Melody mu bagaikan angin musim hujan

Hangat menyapa, namun tak bisa ku sambut


Ingin rasanya aku ikut dalam lagumu

Tapi aku tak tahu not, tak tahu irama

Dan aku takut suaraku yang sumbang

Hanya akan merusak melodi indahmu


Maaf puan, bukan karena kau tak layak

Justru kau terlalu indah untuk ku sandingkan

Biarlah lagumu dinyanyikan oleh langit

Sedang aku tetap diam, mengagumi dari jauh ku


Perihal pasangan hidup


Perihal pasangan hidup,

orang mengira standarku tinggi.

Mungkin benar adanya,

Dan mungkin belum ku dapat sosok itu


Namun bukan tentang kecantikan, 

kegagahan, ataupun materi,

melainkan tentang pola pikir.


Bukannya aku tidak ingin mengajari,

tetapi ada hal-hal yang tidak tumbuh hanya dari nasihat.

Sebab pola pikir sering kali dibentuk oleh keadaan,

oleh pengalaman,oleh cara seseorang memahami hidupnya sendiri.


Dan energiku bukan untuk terus-menerus meyakinkan seseorang

tentang pelajaran hidup

yang bahkan belum tentu ingin ia jalani.

TERIMKASIH

Setiap perjalanan memiliki kisahnya sendiri,

dan dari setiap kisah selalu ada pelajaran yang dapat diambil.

Hari ini, aku menyadari

bahwa ada banyak hal di masa lalu yang kusesali.


Bukan karena aku ingin kembali ke waktu itu,

melainkan karena ada kesalahan yang seharusnya tidak terjadi.

Terkadang, ingatan itu kembali hadir.

Diam-diam menimbulkan penyesalan

yang tidak selalu tampak, tetapi terasa.


Namun, waktu tidak pernah berjalan mundur.

Pada akhirnya, aku mengerti

bahwa yang dapat kulakukan hanyalah berubah.


Tidak semua hal dapat diperbaiki,

tetapi setidaknya aku bisa memastikan

untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Karena penyesalan bukan untuk diratapi tanpa akhir,

melainkan untuk mengingatkan

bahwa aku harus menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Musim Entah, Rintik Luruh Ingatan Senyap

Mendung akhir-akhir ini datang bersama angin yang kencang,


Entah mengapa dinginnya menembus tubuh yang dulu hangat.


Rintik hujan jatuh bertubi-tubi membasahi langkahku,


Lalu waktu seakan membuka kembali halaman yang pernah lewat.


Ingatan lama singgah sebentar, seperti cerita yang pulang tanpa suara.


Senyum terurai di bibirku, menjadi cerita di hidupku.

LAYANGAN PUTUS

Bermain layangan memang menyenangkan, bukan?

Mengulur tanpa memikirkan jarak

Menarik tanpa aba-aba, merasa paling dibutuhkan

Saat putus, kau bisa membeli yang baru

Sementara aku

tersangkut di duri,

menanggung perih yang tak pernah kau pikirkan.

Melody cinta

Senandung mu merdu puan Tapi aku bukanlah pendengar yang baik Melody mu bagaikan angin musim hujan Hangat menyapa, namun tak bisa ku sambut ...