Menurutku Kau adalah samudra yang tenang di permukaan,
namun menyimpan pusaran di dasarnya.
Kau adalah senja yang menawan,
tapi perlahan menelan cahayaku dalam gelap.
Apakah aku benar-benar kau cintai?
Di sunyi, aku seperti rembulan yang kau kagumi,
kau jaga, kau puja dengan lirih.
Namun di tengah keramaian,
aku hanyalah debu di jalanan,
terinjak langkah-langkahmu yang ragu.
Apakah aku benar-benar kau cintai?
Kurelakan diriku menjadi sungai,
mengalir deras hanya menuju lautanmu.
Kutanggalkan waktu, kurengkuh sepi,
namun kau sering menghilang,
menjadi angin yang berbisik tanpa wujud,
membawa janji yang hancur sebelum sempat bermekaran.
Apakah aku benar-benar kau cintai?
Ketika bersamaku, kau berkata nanti,
berdalih waktu, bersembunyi di balik etika.
Namun saat bersama yang lain,
kau menari dalam hujan tanpa takut basah,
kau terbang bebas tanpa beban,
seolah janji-janji itu hanya rantai yang mengikatku sendirian.
Lalu, katakan…
Apakah aku hanya bayangan di matamu?
Ada, tapi tak pernah kau genggam.