Bermain layangan memang menyenangkan, bukan?
Mengulur tanpa memikirkan jarak
Menarik tanpa aba-aba, merasa paling dibutuhkan
Saat putus, kau bisa membeli yang baru
Sementara aku
tersangkut di duri,
menanggung perih yang tak pernah kau pikirkan.
Puisi adalah curahan hati,dimana kamu merasakan sesuatu,tulis yang kau rasakan itu,hal itu semacam memindahkan perasaan kedalam tinta dan kertas di hadapanmu. Kau tak punya tempat untuk bercerita,kau tak punya tempat untuk mencurahkan rasa, disitulah puisi hadir untukmu
Bermain layangan memang menyenangkan, bukan?
Mengulur tanpa memikirkan jarak
Menarik tanpa aba-aba, merasa paling dibutuhkan
Saat putus, kau bisa membeli yang baru
Sementara aku
tersangkut di duri,
menanggung perih yang tak pernah kau pikirkan.
Hari demi hari kulewati,
Aku tampak biasa di mata mereka,
Namun di dalam diriku
Ada badai bernama cemas.
Sapaan yang berubah
Menjadi gema panjang di kepalaku,
Hipotesis tumbuh seperti bayang
Yang membuatku ragu akan tempatku.
Aku memberi diri sepenuhnya
Di kerja, organisasi, pertemanan.
Namun kepekaanku
Sering mengubah bisik
Menjadi tembok.
Lalu aku bertanya,
Pelan, pada malam:
Apakah aku tidak pantas,
Atau hanya terlalu merasa?
Senandung mu merdu puan Tapi aku bukanlah pendengar yang baik Melody mu bagaikan angin musim hujan Hangat menyapa, namun tak bisa ku sambut ...