Hari demi hari kulewati,
Aku tampak biasa di mata mereka,
Namun di dalam diriku
Ada badai bernama cemas.
Sapaan yang berubah
Menjadi gema panjang di kepalaku,
Hipotesis tumbuh seperti bayang
Yang membuatku ragu akan tempatku.
Aku memberi diri sepenuhnya
Di kerja, organisasi, pertemanan.
Namun kepekaanku
Sering mengubah bisik
Menjadi tembok.
Lalu aku bertanya,
Pelan, pada malam:
Apakah aku tidak pantas,
Atau hanya terlalu merasa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar