Musim Entah, Rintik Luruh Ingatan Senyap

Mendung akhir-akhir ini datang bersama angin yang kencang,


Entah mengapa dinginnya menembus tubuh yang dulu hangat.


Rintik hujan jatuh bertubi-tubi membasahi langkahku,


Lalu waktu seakan membuka kembali halaman yang pernah lewat.


Ingatan lama singgah sebentar, seperti cerita yang pulang tanpa suara.


Senyum terurai di bibirku, menjadi cerita di hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melody cinta

Senandung mu merdu puan Tapi aku bukanlah pendengar yang baik Melody mu bagaikan angin musim hujan Hangat menyapa, namun tak bisa ku sambut ...