Sungguh menawan lelaki itu,
Bagaikan senja yang tenang membiru.
Namun aku, meski tak seindah itu,
Tetap berdiri dengan cinta yang kukuh di kalbu.
Sungguh gagah lelaki itu,
Bagaikan karang menantang samudra membiru.
Namun aku, yang tak sekokoh itu,
Menyimpan harap dalam senyum yang tak pernah berlalu.
Sungguh kaya lelaki itu,
Gemerlap berlian mengisi ruang waktu.
Namun aku, meski hanya bermimpi sederhana,
Membawa kesetiaan sebagai harta berharga.
Aku melihat mereka mendekatimu,
Bagai purnama yang bercahaya sempurna.
Namun, aku bukan mereka—dan itu tak mengapa,
Karena cintaku tak dibutakan dunia.
Kau mungkin terpikat kilau mereka,
Tapi kilau memudar di balik duka.
Saat janji terlupa dan hati tak dijaga,
Aku tetap ada, dengan cinta yang sederhana.
Kini, biarlah waktu yang berbicara,
Bahwa keindahan tak hanya rupa semata.
Aku tak sempurna, aku tahu itu,
Tapi cintaku tulus,dan itu milikku untukmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar