Buah-buah matang menanti dipetik
Waktu melaju tanpa menoleh
Tak terasa sudah tiga purnama
Kita berjalan dalam cerita yang sama
Mereka berkata,
Jika kapal mulai berlayar jauh
Ia akan menari di atas ombak besar
Jika cinta melangkah semakin jauh
Badai akan hadir menguji keteguhan
Beginilah kisah asmara ini
Detik-detik yang menempa hati
Mengajari makna menerima
Meneguhkan langkah untuk bertahan
Demi janji yang kupatri dalam jiwa
Laki-laki tak dicipta untuk berdusta
Laki-laki tak diajarkan untuk menyerah
Laki-laki menanam sumpah di dadanya
Untuk menjaga, melindungi, dan setia
Namun, laki-laki tetaplah manusia
Seperti kapal yang diterjang gelombang
Lama-lama akan rapuh juga
Saat kasih berubah menjadi dingin
Saat kelembutan tak lagi menghampiri
Ia hanyut perlahan dalam kelelahan
Begitu beratnya perjuangan
Saat tangan kosong tak mampu memberi
Harga diri terasa runtuh seperti pasir tersapu laut
Saat waktu tak bisa diserahkan sepenuhnya
Ia menjadi bayang-bayang yang tak lagi dikenali
Hingga akhirnya, kapal ini karam
Bukan karena badai yang terlalu besar
Tetapi karena tak lagi dianggap ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar