Sebelum aku menulis ini, entah kenapa aku sedang berada di fase menulis seadanya. Nggak terlalu mikirin metafora, estetika, atau keindahan kata seperti saat menulis puisi. Bukan berarti aku bosan, bukan juga kehilangan rasa. Justru sebaliknya, saat menulis puisi, aku tidak terlalu melibatkan pikiranku. Rasanya seperti bahasa hati yang mengalir lewat tangan. Tapi kali ini, aku ingin bicara. Dari hati ke hati. Tentang sesuatu yang mungkin sering kita temui, tapi jarang benar-benar kita pahami.
Tentang hubungan.
Aku sadar, sekarang ini banyak orang yang menganggap bahwa jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah dalam hubungan adalah… putus. Iya, semudah itu. Kadang baru ada masalah kecil, langsung muncul kalimat: “Udah deh, kita putus aja.” Seolah-olah itu solusi dari segalanya.
Padahal belum tentu masalahnya besar. Kadang cuma salah paham. Kadang cuma kurang komunikasi. Tapi kata "putus" sering kali dijadikan senjata, kadang sengaja dipakai untuk mengancam, kadang cuma buat ngetes, kadang karena nggak tahu cara lain buat nunjukin rasa kecewa.
Masalahnya adalah, kalau kata itu terlalu sering diucapkan, pasangan kita bisa capek. Awalnya mungkin dia masih berusaha nenangin, masih bilang, “Jangan gitu dong, kita selesaikan baik-baik.” Tapi kalau terus-terusan? Dia bisa merasa lelah. Merasa tidak dihargai. Dan pada akhirnya... dia bisa benar-benar pergi.
Dan di saat itu terjadi, penyesalan sering datang belakangan. Karena ternyata, kehilangan itu baru terasa ketika yang kita ancam pergi... benar-benar pergi.
Aku bukan siapa-siapa. Cuma seseorang yang pernah melihat dan mengalami bahwa hubungan itu butuh lebih dari sekadar cinta. Butuh kesabaran, komunikasi, dan yang paling penting: keinginan untuk bertahan. Kalau setiap ada masalah kita gampang menyerah, lalu apa gunanya kita pernah bilang sayang?
Jangan jadikan kata "putus" sebagai pelarian. Karena hubungan itu bukan tentang siapa yang paling menang debat, tapi siapa yang paling mau bertumbuh bersama.
Kalau kamu sayang, perjuangkan. Kalau kamu bingung, komunikasikan. Jangan terburu-buru melepaskan hanya karena emosi sesaat.
Karena ada yang namanya kehilangan, dan ada juga yang namanya penyesalan. Dan keduanya tidak akan pernah semanis awal mula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar